RSUD Genteng, Banyuwangi - Pernahkah Anda melihat lingkaran berwarna seperti pelangi di sekitar lampu saat berkendara atau beraktivitas pada malam hari? Banyak orang menganggap kondisi tersebut sebagai hal biasa akibat kelelahan atau efek cahaya. Padahal, dalam beberapa kasus, gejala tersebut dapat menjadi salah satu tanda glaukoma, penyakit mata yang dapat menyebabkan kerusakan permanen pada saraf optik.
Glaukoma dikenal sebagai "pencuri penglihatan" karena sering berkembang secara perlahan tanpa menimbulkan keluhan yang berarti pada tahap awal. Akibatnya, banyak penderita baru menyadari adanya gangguan ketika penglihatan sudah mulai berkurang dan kerusakan yang terjadi tidak dapat dipulihkan.
Apa Itu Glaukoma?
Glaukoma adalah penyakit mata yang terjadi akibat kerusakan pada saraf optik, yaitu saraf yang berfungsi mengirimkan informasi visual dari mata ke otak. Salah satu penyebab yang paling sering adalah meningkatnya tekanan di dalam bola mata, meskipun glaukoma juga dapat terjadi pada tekanan mata yang normal.
Jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat, glaukoma dapat menyebabkan penyempitan lapang pandang hingga kebutaan permanen.
Salah Satu Gejalanya: Melihat Pelangi di Sekitar Lampu
Melihat lingkaran berwarna seperti pelangi (halo) di sekitar sumber cahaya, terutama pada malam hari, bukan selalu merupakan kondisi yang normal. Gejala ini dapat muncul ketika tekanan bola mata meningkat sehingga memengaruhi cara cahaya masuk ke mata.
Selain melihat pelangi di sekitar lampu, glaukoma juga dapat disertai dengan gejala lain, seperti:
- Penglihatan mulai kabur.
- Nyeri pada mata.
- Mata tampak merah.
- Sakit kepala.
- Mual dan muntah (pada glaukoma akut).
- Lapang pandang semakin menyempit.
Perlu diketahui bahwa pada glaukoma kronis, gejala sering kali tidak dirasakan hingga penyakit sudah memasuki tahap lanjut. Oleh karena itu, pemeriksaan mata secara berkala menjadi langkah terbaik untuk mendeteksi penyakit ini sejak dini.
Siapa yang Berisiko Mengalami Glaukoma?
Beberapa orang memiliki risiko lebih tinggi mengalami glaukoma, di antaranya:
- Berusia di atas 40 tahun.
- Memiliki riwayat keluarga dengan glaukoma.
- Menderita diabetes atau hipertensi.
- Menggunakan obat kortikosteroid dalam jangka panjang.
- Pernah mengalami cedera pada mata.
Apabila Anda termasuk dalam kelompok tersebut, pemeriksaan mata rutin sangat dianjurkan meskipun belum merasakan keluhan.
Pentingnya Deteksi Dini
Kerusakan saraf optik akibat glaukoma tidak dapat diperbaiki. Namun, penyakit ini dapat dikendalikan apabila ditemukan lebih awal sehingga perkembangan kerusakan dapat diperlambat dan penglihatan tetap terjaga.
Pemeriksaan oleh dokter spesialis mata meliputi pengukuran tekanan bola mata, pemeriksaan saraf optik, serta evaluasi lapang pandang sesuai kebutuhan pasien.
Jangan Tunggu Penglihatan Semakin Terganggu
Apabila Anda mulai mengalami gejala seperti melihat pelangi di sekitar lampu saat malam hari, penglihatan kabur, atau keluhan lain pada mata, jangan menunda untuk memeriksakan diri. Semakin cepat glaukoma dideteksi, semakin besar peluang untuk mempertahankan kualitas penglihatan.
Segera periksakan kesehatan mata Anda ke Poli Mata RSUD Genteng. Tim dokter kami siap memberikan pemeriksaan dan penanganan yang tepat sesuai kondisi mata Anda.
Karena mata sehat, penglihatan tetap terjaga.